HUBUNGAN JUMLAH TROMBOSIT DAN NILAI HEMATOKRIT TERHADAP KEJADIAN SINDROM SYOK DENGUE (SSD)

  • Adilah Marhamah Suparmono Suparmono Universitas Lampung

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui arthropoda. Sindrom syok dengue (SSD) adalah bentuk yang paling parah dari DBD dan menjadi faktor kematian DBD terbanyak di Indonesia. Pemeriksaan hematologi yang umum digunakan untuk menegakan dignosis DBD adalah jumlah trombosit dan nilai hematokrit. Metode yang digunakan oleh penulis adalah studi literature review dari beberapa jurnal nasional maupun internasional. Metode ini digunakan dengan tujuan menyajikan, menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai artikel ini dengan meringkas materi penelitian pada fokus topik tertentu. Dari beberapa penelitian yang dilakukan didapatkan hasil jumlah trombosit dan nilai hemtokrit memiliki hubungan yang bermakna terhadap terjadinya SSD.

Published
2021-01-06