SINDROMA KORONER AKUT AKIBAT HIPOKSIA: SEBUAH LAPORAN KASUS

  • Feryandi Limanto Suhardi Rumah Sakit Medistra
  • Sri Shujuan Rumah Sakit Medistra Jakarta
Keywords: Indonesian, English

Abstract

Introduksi

Sindroma Koroner Akut (SKA) merupakan penyebab utama kematian. Patogenesis SKA biasanya akibat adanya aterosklerosis. Mekanisme kejadian yang menyebabkan SKA adalah adanya ruptur plak dan atau spasme mikrovaskular. Semuanya dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan pemakaian oksigen pada pembuluh darah koroner jantung.

Kasus

Pria 74 tahun datang ke IGD dengan penurunan kesadaran dan sesak napas yang progresif sejak 3 jam sebelum masuk RS. Pasien mengalami kejang dirumah. Pasien memiliki riwayat kanker prostat dengan metastasis ke otak. CT scan otak menunjukkan adanya SOL dengan sedikit perdarahan di garis tengah parietal kiri, EKG menunjukkan ST elevasi pada anteroseptal. Laboratorium menunjukkan hemoglobin 10 mg/dL. Pemeriksaan enzim jantung menunjukkan peningkatan CK, CKMB dan Troponin I. Pasien dilakukan manajemen terhadap kejang dan dilakukan serial EKG. EKG menunjukkan perbaikan tanpa pemberian loading antiplatelet ganda.

Diskusi

Kejang dapat menyebabkan hipoperfusi dengan menurunkan aliran darah dan vasokonstriksi yang dapat menyebabkan insufisiensi vaskular. Anemia dapat menyebabkan penurunan pengiriman oksigen dan memperburuk gejala seperti dispnea dan kelelahan. Hipoksia yang ditimbulkan ini berhubungan dengan kejadian penyakit kardiovaskular termasuk SKA.

Kesimpulan

Kejang yang ditimbulkan dapat menyebabkan hipoksia. Hipoksia dapat menimbulkan iskemik koroner dengan tampilan SKA dengan atau tanpa adanya arterosklerosis. Perlunya anamnesis dan pemeriksaan yang baik untuk tatalaksana pada pasien.

Keywords: Hipoksia, Sindroma Koroner Akut,

Published
2021-01-06