Indonesia

Main Article Content

Aurellia Andinni

Abstract

Pemenuhan gizi dari pangan sampai saat ini masih menjadi suatu masalah yang belum sepenuhnya dapat terpecahkan. Salah satu alternatif pemecahan masalah untuk mengatasi kekurangan gizi, terutama kekurangan protein hewani yaitu dengan meningkatkan sektor peternakan ayam broiler. Peternakan unggas di Indonesia berkembang dengan pesat, akan tetapi muncul beberapa potensi masalah dalam sektor ini. Faktor kimia yang ada berupa gas, uap, debu, kabut, asap dan sebagainya. Bau dari gas amonia yang mencemari lingkungan di sekitar kandang merupakan masalah yang dihadapi dalam manajemen pemeliharaan ayam broiler. Gas amonia atau NH3 adalah gas beracun, korosif, dan bersifat iritan. Gas tersebut dapat masuk melalui jalur inhalasi, ingesti, dan dermal ke dalam tubuh manusia. Kadar diatas 5 ppm adalah kadar yang dapat tercium oleh manusia dan hal tersebut dapat berdampak negatif bagi pertumbuhan unggas serta menyebabkan gangguan kesehatan pada hewan ternak, pekerja, dan juga masyarakat disekitar peternakan. Paparan amonia dalam konsentrasi yang tinggi dapat menyebabkan efek seperti terbakar pada kulit, mata, tenggorokan, dan keluhan gangguan pernapasan. Keluhan gangguan pernapasan tersebut dapat berupa: batuk, batuk berdahak, nafas berbunyi atau mengi, sesak nafas, sakit pada dada, flu dan batuk dengan disertai flu. Adapun upaya pencegahan yang dapat dilakukan salah satunya yaitu dengan selalu menggunakan masker saat bekerja untuk mengurangi paparan gas amonia.

Article Details

How to Cite
Andinni, A. (2021). Indonesia. Jurnal Medika Hutama, 2(02), 750-756. Retrieved from http://jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/view/167
Section
Articles