SEDIAAN SALIVA DAN COVID 19

  • Erliana Liwanty
  • M Fauzan Abdillah Rasyid

Abstract

Pada 2019 ditemukan penyakit pneuomonia yang infeksius di sebabkan oleh virus dan menyebar keseluruh dunia. Awalnya virus ini diberi nama sementara 2019 novel coronavirus (2019-nCoV) lalu International Committee of Taxonomy of Viruses (ICTV) memberikan nama virus ini SARSCoV-2. nama penyakit yang disebabkan oleh virus ini adalah Covid-19 yang merupakan singkatan dari Corona Virus Disease dan 19 diambil dari tahun 2019 saat virus ini pertama kali ditemukan. Sumber utama infeksi para pasien COVID 19 adalah para pembawa (carrier) nCoV-2019  baik bergejala ataupun asimptomatik juga berpotensi menjadi sumber infeksi (Wang et al., 2020). Namun, saat ini terdapat bukti baru mengatakan bahwa transmisi SARS-CoV-2 bahkan dapat terdeteksi pada individu dengan gejala minimal atau individu tanpa gejala (Rothe et al., 2020; Sahu et al., 2020).Oleh, sebab itu penggunaan sediaan saliva untuk mendeteksi penyakit Covid-19 dapat dipertimbangkan.

Published
2021-10-03
How to Cite
Liwanty, E., & M Fauzan Abdillah Rasyid. (2021). SEDIAAN SALIVA DAN COVID 19. Jurnal Medika Hutama, 3(01 Oktober), 1608-1611. Retrieved from http://jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/view/324

DB Error: Unknown column 'Array' in 'WHERE'