PENGARUH EFEK EKSTRAK SAMBILOTO TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN

  • Rhara Aulia Mardiansyah FK Universitas Lampung

Abstract

Sambiloto (A. paniculata) merupakan tanaman yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit Diabetes Mellitus (DM). Sambiloto memiliki aktivitas antidiabetes karena mengandung andrografolid yang dapat meningkatkan penggunaan glukosa dalam otot tikus yang diinduksi menderita diabetes melalui proses stimulasi transporter GLUT-4. Andrografolid menyebabkan meningkatnya jumlah ekspresi mRNA dan kadar protein GLUT-4 yang menembus sel. Ekstrak sambiloto juga dapat merangsang pelepasan insulin dan menghambat absorbsi glukosa melalui penghambatan enzim alfaglukosidase dan alfa-amilase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kombinasi ekstrak herba sambiloto terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih yang diinduksi streptozotocin. Penelitian ini merupakan true experimental dengan post-test control only. Hewan uji yang digunakan dibagi 4 kelompok, kelompok 1: pemberian streptozotocin 40 mg/kgBB selama 5 hari dan tidak diberi obat antidiabetes (kontrol positif), kelompok 2: kelompok diberikan diet standar (kontrol negatif), kelompok 3: pemberian streptozotocin 40 mg/kgBB selama 5 hari dan diberikan metformin 45 mg/kgBB, kelompok 4: pemberian streptozotocin 40 mg/kgBB selama 5 hari dan diberi ekstrak herbal sambiloto. Hewan uji DM dibuat dengan pemberian streptozotocin 40 mg/kgBB selama 5 hari. Pengukuran kadar glukosa darah menggunakan glukometer pada hari ke 1,5,7, dan 21. Hasil uji aktivitas antidiabetes pada kelompok 4 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antidiabetes terhadap penggunaan ekstrak sambiloto. Dari hasil di atas disimpulkan bahwa ekstrak sambiloto dapat mempengaruhi penurunan kadar glukosa darah pada mencit.

Keywords: Andrographis paniculata; Diabetes mellitus; Ekstrak Sambiloto; Andrografolid

Published
2020-10-03