STIGMA TERHADAP PENDERITA SCABIES: ANALISIS INTERAKSIONISME SIMBOLIK
Abstract
Scabies merupakan penyakit infeksi parasit yang prevalensinya cukup tinggi di lingkungan hunian padat seperti pondok pesantren, dengan angka kejadian berkisar 36,6%–72,2%. Selain dampak fisik, penderita scabies kerap menghadapi stigma sosial berupa pelabelan negatif yang dapat memengaruhi konsep diri dan hubungan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana stigma terhadap penderita scabies terbentuk melalui proses interaksi sosial, bagaimana penderita memaknai label dan simbol sosial yang diterimanya, serta bagaimana interaksi sosial tersebut memengaruhi konsep diri dan hubungan sosial penderita. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dianalisis melalui perspektif interaksionisme simbolik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga narasumber yang memiliki pengalaman dan pengetahuan terkait stigma scabies di lingkungan Universitas Negeri Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma terhadap penderita scabies tidak terbentuk secara alamiah, melainkan dikonstruksi melalui proses interaksi sosial dan pemberian makna atas simbol-simbol tertentu, terutama label “jorok” yang melekat akibat minimnya pengetahuan masyarakat tentang mekanisme penularan penyakit ini. Penderita memaknai perlakuan sosial secara beragam; sebagian merasa tetap diterima berkat dukungan lingkungan, sementara sebagian lain mengalami rasa malu, penurunan rasa percaya diri, dan kecenderungan menarik diri dari interaksi sosial. Interaksi sosial yang suportif terbukti mampu menjaga konsep diri penderita tetap positif, sedangkan stigma negatif merekonstruksi cara individu memandang dirinya sendiri dan lingkungannya. Edukasi kesehatan yang komprehensif serta penciptaan lingkungan sosial yang empatik menjadi rekomendasi utama untuk mengurangi stigma scabies di lingkungan pesantren.
Keywords: scabies; stigma sosial; interaksionisme simbolik; konsep diri; pondok pesantren
Copyright (c) 2026 Jurnal Medika Hutama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

