PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH PLUM (Prunus domestica L.) SEBAGAI PENCEGAH FETUS AL COHOL SYNDROME (FAS) PADA WANITA HAMIL YANG MENGKONSUMSI ALKOHOL

  • Arinda Rifana Nabillah Universitas Lampung

Abstract

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) presentase wanita hamil yang mengkonsumsi alkohol meningkat sebanyak 2,6% dari tahun 2012 sampai tahun 2015, sedangkan data yang menunjukkan jumlah wanita hamil melakukan pesta minuman keras (empat atau lebih alkohol dalam sekali minum) meningkat dari 1,4% menjadi 3,1%. Paparan alkohol pada wanita hamil dikaitkan dengan peningkatan insiden dan keparahan Fetal Alcohol Syndrome (FAS). FAS dikaitkan dengan berbagai efek yang luas termasuk kerusakan otak permanen, anomali kongenital, hambatan pertumbuhan prenatal atau postnatal, ciri-ciri wajah dismorfik, bersama dengan menurunnya fungsi kognitif, perilaku, emosional, dan adaptif. Berbagai mekanisme yang berbeda-beda telah digunakan untuk menjelaskan efek teratogenik alkohol pada janin salah satunya peningkatan stres oksidatif karna ketidakseimbangan antara antioksidan dan radikal bebas. Penelitian menyimpulkan terapi antioksidan dianggap sebagai strategi efesien baru untuk mengurangi efek paparan alkohol prenatal. Plum (Prunus domestica L.) adalah buah kaya fenolik yang mengandung campuran senyawa polifenol memberikan beberapa efek biologis, termasuk antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi. Bubuk ekstrak buah plum dapat menginduksi perlindungan seluler terhadap stres oksidatif yang diinduksi TBHP (Tert-butyl Hydroperoxide) dengan mencegah akumulasi ROS intraseluler. Namun, tingkat kapasitas antioksidan bubuk ekstrak buah plum ditentukan oleh kondisi yang diterapkan selama proses pengeringan.

Published
2020-10-03