DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA TERBARU ASMA AKIBAT KERJA

Main Article Content

Nabila Rachmadita Utami

Abstract

Asma merupakan penyakit gangguan aliran nafas dan hiperaktifitas bronkus. Sedangkan Asma akibat kerja (AAK) merupakan penyakit asma yang terjadi akibat suatu keadaan di lingkungan kerja dan tidak terjadi pada rangsangan diluar tempat kerja. Lebih dari 300 bahan kimia alami dan sintetis yang terlibat dalam proses penyebab asma kerja, sering dibagi antara agen berat molekul tinggi (BMT) dan berat molekul rendah (BMR). Ada 2 bentuk asma akibat kerja, Irritant Induced Occupational Asthma (sebelumnya disebut reactive airway dysfunction syndrome atau RADS) dan Allergic Occupational Asthma. Ini adalah penyebab sebagian besar kasus asma pekerjaan. Patogenesis AAK melalui mekanisme, Immunologi: IgE Dependen-Independen dan Asma yang diinduksi oleh iritasi. Diagnosis AAK dapat dilakukan dalam tiga langkah, (1) Membuat diagnosis asma, (2) Identifikasi tempat kerja sebagai penyebab asma pasien dan (3) Identifikasi agen khusus yang menyebabkan AAK. Penatalaksaan pada pasien AAK yaitu, pencegahan paparan terhadap agen penyebab atau pencetus, dimana jika pendekatan ini gagal dan kondisi klinis menjamin, pemindahan pekerja dari tempat kerja mungkin diperlukan, obat-obatan. Komplikasi pada AAK ini bersifat kronis jika penanggulangan AAK tidak secara adekuat.

Article Details

How to Cite
Utami, N. R. (2021). DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA TERBARU ASMA AKIBAT KERJA. Jurnal Medika Hutama, 2(03), 990-1001. Retrieved from https://jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/view/202
Section
Articles

DB Error: Unknown column 'Array' in 'where clause'