Hubungan Ketuban Pecah Dini dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD H. Abdoel Madjid Batoe Batang Hari, Jambi
Abstrak
Asfiksia Neonatorum merupakan salah satu penyebab utama kematian neonatal di Indonesia dengan persentase sebesar 27%. Ketuban pecah dini (KPD) merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kejadian asfiksia neonatorum. KPD menyebabkan terjadinya oligohidramnion yang menekan tali pusat sehingga mengalami penyempitan dan menyebabkan aliran darah yang membawa oksigen ke janin terhambat sehingga menimbulkan asfiksia. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan KPD dengan kejadian asfiksia neonatorum. Penelitian ini menggunakan desain studi kohort retrospektif. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan persalinan di RSUD HAMBA Batanghari, Jambi pada tahun 2020 yang dipilih berdasarkan metode simple random sampling sebanyak 70 sampel yang terdiri dari 35 orang terpapar dan 35 orang kontrol. Uji statistik yang digunakan adalah uji regresi cox berganda model faktor risiko. Ada hubungan KPD dengan asfiksia neonatorum (RR= 4,34; 95% CI= 1,15 – 16,41, p-value=0,031) setelah dikontrol variabel graviditas, usia gestasi, anemia, preeklampsia, dan berat badan lahir. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bagi ibu hamil untuk mengkonsumsi vitamin C 100mg per hari untuk mencegah KPD, melakukan pemeriksaan antenatal care secara rutin, menjaga tekanan darah dalam rentang normal dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi, mengendalikan stres, dan berkonsultasi kepada dokter sebelum merencanakan kehamilan, terutama untuk ibu yang merencanakan kehamilan untuk anak kedua dan seterusnya.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by4.footer##

