FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS MASSA TUBUH PADA SANTRI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI PONDOK PESANTREN AMALIAH
Abstract
Obesitas pada remaja merupakan masalah gizi yang semakin kompleks karena dapat terjadi bersamaan dengan kekurangan gizi (double burden), sehingga pemetaan faktor yang berhubungan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) penting dilakukan pada populasi santri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi IMT pada santri SMP di Pondok Pesantren Amaliah. Metode penelitian menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) pada Januari–Maret 2025 di Pondok Pesantren Amaliah, Desa Datara, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa. Sampel berjumlah 80 santri dari populasi 100 orang, diambil dengan teknik stratified sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) untuk perhitungan IMT serta kuesioner pola makan, aktivitas fisik, faktor genetik, dan lingkungan/gaya hidup; analisis hubungan dilakukan menggunakan uji chi-square dengan batas kemaknaan p<0,05. Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia 10–15 tahun (86,3%) dan laki-laki (56,3%). Kategori IMT didominasi normal (52,5%) dan underweight (40,0%), sedangkan overweight (5,0%) dan obesitas I (2,5%) lebih sedikit. Pola makan berhubungan signifikan dengan IMT (p<0,001), aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan IMT (p<0,001), faktor genetik berhubungan signifikan dengan IMT (p=0,022), serta lingkungan/gaya hidup berhubungan signifikan dengan IMT (p<0,001). Kesimpulan: IMT santri berhubungan dengan pola makan, aktivitas fisik, predisposisi genetik, dan lingkungan/gaya hidup, sehingga intervensi berbasis institusi pesantren perlu menargetkan faktor perilaku dan dukungan lingkungan sehat.
Copyright (c) 2026 Jurnal Medika Hutama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

