Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Hipertensi
Abstrak
Tekanan darah merupakan gaya yang diberikan darah terhadap dinding pembuluh darah dan ditimbulkan oleh desakan darah terhadap dinding arteri ketika darah tersebut dipompa dari jantung ke jaringan. Besarnya tekanan bervariasi tergantung pada keadaan pembuluh darah dan denyut jantung.hipertensi merupakan peningkatan tekanan sistolik lebih besar atau sama dengan 160 mmHg dan atau tekanan diastolic sama atau lebih besar 95 mmHg, JNC VII berpendapat hipertensi adalah peningkatan tekanan darah diatas 140/90 mmHg. Penyakit hipertensi merupakan the silent disease karena orang tidak mengetahui dirinya terkena hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Faktor yang dapat meningkatkan potensi terjadinya hipertensi salah satunya adalah rokok. Nikotin yang ada di dalam rokok dapat mempengaruhi tekanan darah seseorang, bisa melalui pembentukan plak aterosklerosis, efek langsung nikotin terhadap pelepasan hormon epinefrin dan norepinefrin, ataupun melalui efek CO dalam peningkatan sel darah merah. Pada perokok terjadi peningkatan jumlah protein c-reaktif dan agen- agen inflamasi alami yang dapat mengakibatkan disfungsi endotelium, kerusakan pembuluh darah dan kekakuan dinding arteri yang berujung pada kenaikan tekanan darah.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by4.footer##

