HUBUNGAN FREKUENSI PEMBERIAN ASI DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROVINSI NTB

  • Nurlathifah N. Yusuf Stikes hamzar memben lombok timur
Kata Kunci: Ikterus; Neonatorum; ASI

Abstrak

Ikterus neonatorum merupakan keadaan klinis berupa pewarnaan kuning yang tampak pada sklera dan kulit akibat penumpukan bilirubin indirek dalam darah. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB menunjukkan bahwa pada tahun 2017 jumlah bayi yang mengalami ikterus sebanyak 71 orang sedangkan pada tahun 2018 jumlah banyak yang mengalami ikterus sebanyak 100 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan frekuensi pemberian ASI dengan kejadian ikterus di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 30 orang. Pengumpulan data melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 ibu yang diteliti, lebih banyak yang frekuensi pemberian ASInya masuk dalam kategori sering (12 x sehari) sebanyak 19 orang (63,6%), sebagian besar mengalami ikterus sebanyak 16 orang (53,3%) dan ada hubungan antara frekuensi pemberian ASI dengan kejadian ikterus di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB dengan nilai p value sebesar 0,000 < 0,05. Kesimpulannya semakin tinggi frekuensi pemberian ASI pada bayi baru lahir, maka resiko terjadinya ikterus akan semakin kecil.

Diterbitkan
2021-01-06