EFEK ANTIOKSIDAN PEMBERIAN EKSTRAK PLASENTA DOMBA ORAL PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY

Efek Antioksidan Ekstrak Plasenta Domba

  • Dr. dr. Siufui Hendrawan, M.Biomed Bagian Biokimia dan Biologi Molekuler, Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara
  • Dr. dr. Sukmawati Tansil Tan, Sp.KK Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara
  • Nuraeni, S.Si Tarumanagara Human Cell Technology Laboratorium, Universitas Tarumanagara
  • Dr. dr. Meilani Kumala MS, SpGK (K) Bagian Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara
Kata Kunci: ekstrak plasenta domba, antioksidan, SOD, toksisitas

Abstrak

Ekstrak plasenta domba dikonsumsi di beberapa tempat untuk meningkatkan vitalitas tubuh dan anti-aging, namun belum banyak diteliti mekanisme kerja dan keamanan konsumsi ekstrak plasenta domba ini. Studi ini bertujuan untuk menilai kapasitas antioksidan dan keamanan pemberian ekstrak plasenta domba secara oral pada tikus. Penelitian eksperimental dilakukan pada tikus Sprague Dawley sejumlah 9 ekor jantan dan 9 ekor betina; dialokasikan secara acak ke dalam 3 kelompok (n=6). Kelompok kontrol menerima akuades, kelompok dosis rendah mendapatkan 500 mg/kgBB ekstrak plasenta domba, kelompok dosis tinggi mendapatkan dosis 1000 mg/kgBB, masing-masing sebanyak 3 kali seminggu selama 1 bulan. Pada saat endpoint, aktivitas superoxide dismutase (SOD) diukur sebagai parameter kapasitas antioksidan dan pemeriksaan histopatologi jaringan kulit, hati, uterus, ovarium, dan testikel dengan pewarnaan Haematoxylin Eosin untuk menilai efek toksisitas. Aktivitas SOD meningkat sejalan dengan peningkatan dosis ekstrak plasenta domba yang diberikan. Meski tidak berbeda bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol (54.49±18.41 %laju hambat), aktivitas rata-rata SOD paling tinggi ditemukan pada kelompok dosis tinggi (64.30±9.21 %laju hambat), sedangkan kelompok dosis rendah didapatkan 61.60±14.69 %laju hambat. Pengaruh ekstrak plasenta domba terhadap aktivitas SOD terlihat tidak menimbulkan perbedaan signifikan terhadap tikus jantan maupun betina. Pemeriksaan histopatologi tidak menunjukkan adanya kelainan pada jaringan kulit, hati, maupun organ reproduksi tikus yang diberikan ekstrak plasenta domba. Penelitian ini mendemonstrasikan bahwa administrasi oral ekstrak plasenta domba pada tikus mampu meningkatkan kapasitas antioksidan meskipun tidak bermakna, serta tidak menimbulkan efek toksisitas secara umum.

Diterbitkan
2022-04-28