PERUBAHAN INTENSITAS GATAL DAN INDEKS KUALITAS HIDUP DERMATOLOGI (DLQI) SETELAH INTERVENSI MINYAK KLENTIK DI PANTI SASANA TRESNA WERDHA RIA PEMBANGUNAN CIBUBUR
Abstrak
Population Reference Bureau memperkirakan pada tahun 2030 Indonesia akan mengalami peningkatan jumlah penduduk menjadi 365,3 juta jiwa. Hal ini akan menyebabkan peningkatan masalah kesehatan pada populasi lanjut usia (lansia). Permasalahan kesehatan lansia yang sering terjadi khususnya pada kulit adalah kulit kering dan rasa gatal yang diakibatkan oleh menurunnya kadar hidrasi kulit seiring bertambahnya usia yang selanjutnya akan mempengaruhi kualitas hidup lansia. Salah satu cara untuk mengatasi keluhan kulit kering dan gatal adalah dengan pemberian pelembab kulit. Pelembab kulit yang sedang berkembang saat ini adalah yang berbahan dasar minyak zaitun dan minyak kelapa, yang jika digabung biasa dikenal dengan nama minyak klentik. Kuesioner Indeks Kualitas Hidup Dermatologi (DLQI) adalah salah satu alat ukur kualitas hidup secara holistik yang umum digunakan pada penderita penyakit kulit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perubahan kualitas hidup lansia setelah pemberian minyak klentik serta mengetahui efektivitas minyak klentik dalam mengurangi rasa gatal pada lansia. Pada penelitian ini responden diberikan minyak klentik yang dioleskan pada kedua lengan 15 menit setelah mandi. Pengukuran kualitas hidup dengan kuisioner DLQI dilakukan 2 kali yaitu sebelum responden diberikan intervensi dan pada hari ke-21. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa minyak klentik terbukti dapat menurunkan intensitas rasa gatal dan meningkatkan kualitas hidup lansia yang dinilai dengan kuisioner Indeks Kualitas Hidup Dermatologi.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by4.footer##

