PENGARUH PEMBERIAN SARI KURMA (Phoenix dactylifera) TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL
Abstrak
Anemia pada ibu hamil merupakan masalah yang banyak terjadi di Indonesia. Anemia bisa terjadi pada semua usia. Di Indonesia prevalensi anemia masih tinggi, insiden anemia 40,5% pada balita, 47,2% pada usia sekolah, 57,1% pada remaja putri dan 50,9% pada ibu hamil. Anemia adalah suatu keadaan dengan kadar hemoglobin(hb) darah yang lebih rendah dari pada normal sebagai akibat ke ketidakmampuan jaringan pembentuk sel darah merah dalam produksinya guna mempertahankan kadar hemoglobin pada tingkat normal. Kurma mengandung karbohidrat tinggi sehingga dapat menyediakan energi yang cukup. Sebagian kandungan gulanya terdiri atas glukosa, fruktosa, dan sukrosa,. Menurut data kementerian kesehatan haji menjelaskan bahwa kadar zat besi dalam buah kurma juga cukup tinggi yaitu 0,90mg/100g buah kurma (11% AKG), dimana zat besi menjadi salah satu komponen dalam darah untuk membawa oksigen dalam darah, untuk menjaga keseimbangan zat besi dalam tubuh, sehingga mengurangi resiko terjadinya perdarahan pada ibu hamil. Pemberian sari kurma berepengaruh terhadap kadar hemoglobin pada tikus anemia. Hasil ini menunjukkan bahwa sari kurma yang kaya akan zat besi dapat meningkatkan kadar hemoglobin.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by4.footer##

