Revolusi Terapi MDR-TB: Kolaborasi Liquid Biopsy CFDNA, Pemetaan Genetik, dan CRISPR-RNAI Untuk Deteksi Dini dan Penanganan Presisi: A Literature Review
Abstrak
Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB) merupakan salah satu isu kesehatan global dengan beban penyakit yang tinggi serta tingkat keberhasilan terapi yang masih terbatas. Keterbatasan metode konvensional, seperti kultur bakteri dan tes molekuler cepat, meliputi durasi pemeriksaan yang panjang, sensitivitas yang rendah, serta ketidakmampuan mendeteksi mutasi minor penyebab resistensi. Tinjauan literatur membahas terkait pendekatan biomolekuler presisi melalui integrasi liquid biopsy berbasis circulating free DNA (cfDNA), pemetaan genetik, dan teknologi CRISPR-RNAi. Liquid biopsymemungkinkan deteksi Mycobacterium tuberculosis dan mutasi resistensi secara non-invasif, cepat, serta dapat dimanfaatkan untuk pemantauan terapi secara real-time. Pemetaan genetik memperkuat analisis dengan mengidentifikasi mutasi spesifik, yang selanjutnya dapat ditargetkan oleh sistem CRISPR-RNAi. Teknologi CRISPR-RNAi tidak hanya berperan dalam diagnosis dengan sensitivitas tinggi, tetapi juga sebagai strategi terapeutik yang menonaktifkan gen resisten tanpa mengganggu mikrobiota normal. Integrasi ketiga pendekatan ini menawarkan paradigma baru dalam manajemen MDR-TB yang bersifat presisi, personal, dan efisien, dengan potensi memperpendek durasi pengobatan, meningkatkan efektivitas terapi, serta menekan risiko resistensi lanjutan.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by4.footer##

