PERBANDINGAN HASIL LAJU ENDAP DARAH (LED) SEDIPLAST ESR SYSTEM DENGAN METODE OTOMATIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS

  • Inggit Ismayanti universitas binawan
  • Enny Khotimah Universitas Binawan
  • Dian Rachma Wijayanti
Kata Kunci: Laju Endap Darah (LED), Otomatis, Sediplast Esr System, Tuberkulosis, Westergren

Abstrak

Infeksi dan inflamasi pada penderita tuberkulosis disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Peningkatan kadar fibrinogen menyebabkan eritrosit saling melekat dan mempercepat pembentukan rouleaux sehingga nilai Laju Endap Darah meningkat. Metode Westergren adalah rekomendasi International Council For Standardization in Haematology (ICSH) untuk pemeriksaan LED. Seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi pemeriksaa LED dapat dikerjakan menggunakan LED metode westergren yang dimodifikasi seperti Sediplast Esr System dan metode otomatis untuk menghindari dan mengurangi risiko terpararnya petugas laboratorium terhadap kontaminasi agen infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan hasil LED pada Sediplast Esr System menggunakan darah EDTA + Natrium sitrat 3,8% dan metode Otomatis menggunakan darah EDTA pada penderita tuberkulosis aktif di puskesmas tambora. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah penderita tuberkulosis aktif yang berobat di poli paru puskesmas tambora yang berjumlah 35 orang. Hasil penelitian didapatkan pemeriksaaan LED metode Sediplast Esr System diperoleh rata rata 57.86 mm/jam, pada metode otomatis 52.51 mm/jam dengan rata rata selisih sebesar 5.34 mm/jam. Analisis statistik dengan Paired T Test diperoleh nilai sig (2-tailed) 0.025, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil pemeriksaan Laju Endap Darah (LED) Sediplast Esr System dengan metode otomatis.

Diterbitkan
2026-01-01