FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KARIES GIGI PADA PASIEN DEWASA DI RUMAH SAKIT GIGI ROYAL PRIMA

  • Fioni, Qiu Yunqi, Florenly Universitas Prima Indonesia

Abstrak

Karies gigi merupakan penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena berdampak pada aspek klinis, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kebiasaan kebersihan mulut dan faktor determinan lain dengan kejadian karies gigi pada pasien dewasa di RS Gigi dan Mulut Royal Prima Medan tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 79 pasien dewasa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup frekuensi dan teknik menyikat gigi, penggunaan pasta gigi berfluoride, penggunaan dental floss, konsumsi gula atau manisan, konsumsi minuman berkarbonasi, kebiasaan merokok, serta frekuensi kunjungan ke dokter gigi. Selain itu, dilakukan pemeriksaan klinis untuk menilai status karies, plak gigi, dan gingivitis. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,7% responden mengalami karies gigi. Analisis bivariat menunjukkan beberapa faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian karies, yaitu frekuensi menyikat gigi kurang dari dua kali per hari (p=0,012), teknik menyikat gigi tidak sesuai (p=0,031), tidak menggunakan pasta gigi berfluoride (p=0,041), kunjungan dokter gigi tidak rutin (p=0,018), konsumsi gula atau manisan yang sering (p=0,004), konsumsi minuman berkarbonasi (p=0,022), keberadaan plak gigi (p<0,001), dan gingivitis (p=0,009). Analisis multivariat menunjukkan bahwa plak gigi merupakan faktor dominan terhadap kejadian karies (OR=3,90; 95% CI: 1,66–9,16; p=0,002). Dengan demikian, kebiasaan kebersihan mulut, konsumsi gula, dan kontrol plak merupakan faktor penting dalam pencegahan karies pada pasien dewasa.

Diterbitkan
2026-04-29